Masa kecil adalah masa di mana dapat bermain sesuka hati tanpa aturan pada otak anak, dapat tertawa
lepas, tertawa tanpa beban. Setiap kali melihat foto ini saya selalu tersenyum sendiri, ingat kenangan indah masa kecil. Hampir setiap
hari kami main bersama,
setiap pulang sekolah pasti baku cari. Ada saja permainan setelah pulang sekolah.
Kami akrab sejak kecil, kami tumbuh bersama karena
rumah kami berdekatan dan orang tua kami bersaudara. Bukan hanya teman bermain
di rumah tapi juga di sekolah, kami sekolah di TK Inviolata Ruteng. Setelah
masuk SD baru pisah sekolah. Waktu TK kami sangat mandiri, pergi dan pulang
sekolah berjalan kaki tanpa ada yang mengantar atau menjemput karena kota
Ruteng masih sepi, kendaraan yang lalu lalang di jalan masih sangat sedikit. Sesekali dijemput mobil orang tua
enu Erny atau enu Pipin.
Setiap kali ke sekolah selalu ada rasa cemas saat melintasi rumah nenek Mutis, dan berharap anjing nenek tidak berkeliaran di depan rumah sebab anjingnya sangat galak. Syukur kami tidak pernah digigit. Bila anjing tersebut menggonggong dan mendekat, cepat-cepat kami duduk jongkok dengan tangan
mengepal menjepit jempol sambil menjulurkan lidah yang ditekuk keatas dan dijepit gigi depan. Lucu dan aneh, entah siapa penemu cara unik ini, yang pasti hanya orang Manggarai yang biasa menggunakannya. Memang terbukti cukup ampuh untuk menghadapi anjing galak. Kalau tidak percaya bisa
dicoba...😄
Tempat bermain selalu bergilir dari rumah ke rumah. Kompak saling menghampiri dengan memanggil nama secara bersama sama dengan teriakan dan canda tawa. Jenis permainan
sudah didiskusikan sebelum berkumpul.
Paling berkesan kalau bermain di rumah enu Pipin karena sebelum bermain harus tidur siang dan menyelesaikan tugas bersih rumah. Mama Evi sangat disiplin mendidik anak-anak. Lucunya di rumah enu Pipin kami menjadi anak rajin, melakukan apa saja dengan senang hati tanpa dipaksa. Kakak sepupu yang tinggal bersama kami sering ngomel bila melihat saya rajin bekerja di rumah enu Pipin tapi di rumah sendiri malas.😄 Saat jam tidur siang kami jarang tidur, ngobrol dibalik selimut, bila ada yang masuk ke kamar, kami pura-pura tidur pulas. Ada saja bahan obrolan dan tidak pernah habis. Setelah bangun tidur langsung ngepel rumah dan membersihkan kamar mandi. Tugasnya enu Pipin sering dikeroyok bersama-sama demi sebuah persahabatan. Secara tidak langsung mama Evi sudah mendidik kami juga. Terima kasih mama Evi yang jauh di sana.😢
Paling berkesan kalau bermain di rumah enu Pipin karena sebelum bermain harus tidur siang dan menyelesaikan tugas bersih rumah. Mama Evi sangat disiplin mendidik anak-anak. Lucunya di rumah enu Pipin kami menjadi anak rajin, melakukan apa saja dengan senang hati tanpa dipaksa. Kakak sepupu yang tinggal bersama kami sering ngomel bila melihat saya rajin bekerja di rumah enu Pipin tapi di rumah sendiri malas.😄 Saat jam tidur siang kami jarang tidur, ngobrol dibalik selimut, bila ada yang masuk ke kamar, kami pura-pura tidur pulas. Ada saja bahan obrolan dan tidak pernah habis. Setelah bangun tidur langsung ngepel rumah dan membersihkan kamar mandi. Tugasnya enu Pipin sering dikeroyok bersama-sama demi sebuah persahabatan. Secara tidak langsung mama Evi sudah mendidik kami juga. Terima kasih mama Evi yang jauh di sana.😢
Banyak permainan yang biasa kami lakukan setelah
ngepel dan membersihkan kamar mandi, antara
lain main karet, kelereng, lompat tali, tangkap capung atau kecebong di sungai kecil dekat rumah dan
lain-lain. Tidak hanya permainan anak perempuan, juga permainan anak laki-laki,
salah satunya memanjat pohon. Hampir semua
pohon di sekitar rumah dan kebun sudah
kami panjat, kalau ketahuan pasti dimarahi, saya ingat saat panjat pohon jeruk asam di belakang rumahnya
enu Pipin, melihat kami bertengger di
atas dahan pohon om John langsung ambil
senapan angin dan mengarahkan moncongnya ke kami. Kami ketakutan dan cepat-cepat turun. Kenakalan kecil yang saya rindukan 💓😃
Tidak hanya bermain, kami juga biasa belajar bersama atau kerja PR bersama. Karena saya memiliki bakat menggambar, sering belajar menggambar atau minta digambarkan pemandangan atau apa saja. Walaupun sangat akrab, tetap ada perselisihan. Kami pernah bertengkar akan tetapi itu hanya terjadi beberapa saat
saja kemudian baikan dan melupakan kejadian itu tanpa dendam. Diantara kami, enu Pipin paling pemberani,
pernah saya berantam dengan teman lain, dibela dan anak tersebut diancam pukul oleh enu Pipin.
Kami saling menyayangi.💓 Persahabatan kami sulit dipisahkan, seperti anak-anak jaman sekarang yang sulit
dipisahkan dari HP bila sudah kecanduan.
Liburan panjang merupakan saat yang paling kami nantikan setiap tahun, karena dapat bermain
sesuka hati. Terkadang bermain
bersama saudara laki-laki, membuat pondok
di kebun dan main masak benaran. Walau nasinya mentah, menjadi bubur
atau hangus tetap disantap dengan sangat bersemangat. Lucunya wadah makanan bukan piring
tetapi daun labu yang dipetik dikebun dan jari-jari mungil
kami lincah memasukkan makanan kedalam mulut tanpa memikirkan apakah sudah mencuci tangan atau belum.😁
Pernah ada pengalaman menarik, pada satu waktu kami diajak saudara laki-laki memetik nggeluk di belakang rumah seorang tetangga yang rumahnya terletak di pinggir sungai kecil belakang pasar
Ruteng. Saat kak Petriks sedang memetik nggeluk tiba-tiba seorang anak perempuan
teriak mengusir kami dan mengancam akan ditembak bapaknya pakai pistol, nama
anak perempuan itu Lisa. Mendengar ancaman tersebut kak Petriks langsung melompat
dari pohon dan mengajak kami lari menyebrangi
sungai. Karena terburu-buru tanpa kami sadari Peter tertinggal di tempat itu. Akhirnya kak Petriks harus kembali lagi untuk menjemput Peter yang sedang asyik bermain di pinggir kolam ikan. Belakangan
baru kami tahu ternyata ayah Lisa bukan seorang polisi, tetapi seorang pegawai sipil di
kantor polisi. Jaman dulu anak-anak
sangat takut pada pak polisi dan pak tentara
karena memiliki pistol yang konon sekali tembak langsung mati. Kebetulan rumah
kami berdekatan dengan asrama polisi dan
asrama tentara. Dalam benak kami, lebih baik
tidak bermasalah dengan anak-anak polisi atau tentara karena takut ditembak mati.😃
Hari demi hari, kami semakin tumbuh besar dan sekarang sudah menjadi emak-emak. Hubungan kami sedikit merenggang karena kesibukan masing-masing. Kesempatan untuk berkumpul dan melepas rindu jarang terjadi. Kami bisa bertemu hanya pada saat acara keluarga seperti di foto ini, sedang mengikuti acara kenduri saudara kami alm. kak Patriks Tjangkung.
Banyak kenangan manis yang belum dituangkan dalam tulisan ini, semoga satu waktu bisa digoreskan kembali menjadi sebuah cerita menarik untuk anak cucu kami kelak.
Hari demi hari, kami semakin tumbuh besar dan sekarang sudah menjadi emak-emak. Hubungan kami sedikit merenggang karena kesibukan masing-masing. Kesempatan untuk berkumpul dan melepas rindu jarang terjadi. Kami bisa bertemu hanya pada saat acara keluarga seperti di foto ini, sedang mengikuti acara kenduri saudara kami alm. kak Patriks Tjangkung.
Banyak kenangan manis yang belum dituangkan dalam tulisan ini, semoga satu waktu bisa digoreskan kembali menjadi sebuah cerita menarik untuk anak cucu kami kelak.
catatan : nggeluk = buah nangka kecil, tidak berkembang menjadi buah yang berukuran besar, rasanya sepat. Sebelum dimakan biasanya dibumbui garam, gula, cabe, asam atau ditambah bumbu lain sesuai selera, lalu ditumbuk pake cobek atau lesung. Sangat disukai oleh orang Manggarai...😁😁
